Tips Mengelola Uang Agar Kamu Mampu Umroh di Usia 30-an

Tips Mengelola Uang Agar Kamu Mampu Umroh di Usia 30-an

Di antara Anda ada banyak keinginan untuk berangkat umroh di usia muda? Tetapi dari tahun ke tahun biaya umroh tambah naik. Lalu apa saja yang bisa kamu lakukan demi mengejar mimpi berangkat umrah di usia muda? Karena ngumpulin uang bukanlah perkara mudah bagi Anda yang baru saja mapan atau mencoba jadi mapan. Asalkan kamu punya niat yang tulus, tekun dan mau berhemat, mimpi umroh di usia muda bakal jadi kenyataan, insya Allah.

1. Lakukan tindakan penghematan yang realistis terhadap pengeluaranmu

Hal pertama yang harus kamu lakukan setelah berniat umroh di usia muda adalah berhemat, bukan mulai besok tapi mulai dari sekarang. Pandangi slip gaji kamu lekat-lekat lalu hitung lagi pengeluaran kamu dalam sebulan supaya kamu tahu berapa yang harus kamu hemat dalam sebulan.

Kamu harus berani menerapkan gaya hidup yang hemat dan menghentikan pengeluaran pada pos-pos yang gak terlalu penting, dengan tetap realistis tentunya. Kamu bisa mulai dengan berhenti langganan TV kabel, mungkin? Lalu menghentikan kebiasaan beli kopi yang secangkirnya Rp. 50 ribu, berhenti merokok, membiasakan lari dan olahraga mandiri daripada bayar keanggotaan gym, dan mengurangi aktivitas-aktivitas hedon.

Katanya mau umrah kok masih hedon?

2. Buktikan niat dengan membuka rekening khusus yang tidak dilengkapi ATM bagi dana umrahmu

Memang benar kebanyakan bank saat ini lebih fokus untuk melayani nasabah calon jemaah haji dengan program-program tabungan haji andalannya, namun kamu juga bisa bikin sendiri tabungan umroh, kok.

Bukalah rekening baru (terpisah dari rekening gaji) di bank yang menurutmu punya program paling menguntungkan bagi rencana umroh. Ingat, rekening ini khusus untuk umroh jadi kamu gak boleh mencairkannya sebelum uang sudah mencukupi, yang boleh kamu lakukan cuma rutin menyetorkan sejumlah dana ke rekening tersebut setiap bulan. Oh iya, jangan bikin ATM untuk rekening ini supaya kamu tidak tergoda menarik uang sewaktu-waktu.

Agar lebih mudah dan menghindari lupa menyetor, terapkan pilihan auto debet dari rekening utama yang kamu gunakan untuk menerima gaji. Minta pihak bank secara otomatis mentransfer sejumlah dana ke tabungan umroh kamu di tiap tanggal gajian. Misalnya kalau kamu memperoleh gaji Rp. 2, 5 juta perbulan, transfer secara otomatis Rp. 1 juta ke tabungan umrah kamu. Jika ini rutin dilakukan tiap bulan, dalam 20 bulan ke depan kamu udah mengumpulkan Rp. 20 juta. Cukup feasible kan?

3. Laju inflasi bisa mengubah total biaya umrah sewaktu-waktu. Simpanan dalam bentuk emas bisa membantu mengamankan uangmu

Pada akhirnya biaya umroh yang kamu bayar ke pihak penyelenggara akan dikonversi ke dalam bentuk dolar Amerika, artinya mahal atau murahnya ongkos umroh dipengaruhi oleh harga dolar saat kamu menyetor sejumlah uang ke penyelenggara. Mengingat tren dolar yang terus berkisar di atas Rp. 12,000 dengan kecenderungan untuk terus meningkat tiap tahun, bisa dibilang ongkos umroh bisa meningkat terus dari tahun ke tahun, walaupun gak sebanyak peningkatan ongkos haji dari tahun ke tahun.

Ketika kamu udah mengumpulkan Rp. 2o juta dalam 2 tahun ongkos umroh untuk paket yang sama mungkin bisa berkisar di angka Rp. 24-25 juta, dengan asumsi kenaikan 10% per tahun. Untuk melindungi nilai uang yang udah kamu tabung, alihkan bentuknya dari uang ke emas. Ketika uangmu udah cukup beli emas minimal 5 gr, karena harga per gramnya lebih murah kalau kamu beli emas 1 gram aja. Lalu kumpulin duit lagi untuk beli 5 gr lagi, begitu seterusnya hingga nilanya di rasa cukup untuk menyetor biaya haji. Jika kamu memilih teknik ini kamu harus rajin memantau pergerakan harga emas baik dari Antam maupun emas dunia.

4. Agar lebih murah hindari berangkat umroh pada masa peak season

Jangan kamu kira cuma Bali yang punya peak season, Mekah dan Madinah (dua kota tujuan utama umrah) juga punya masa ramai dan sepi pengunjung jemaah juga, loh! Terlapas dari musim haji, ketika dua kota ini dipenuhi oleh jutaan manusia, jumlah kunjungan untuk umrah meningkat tajam pada bulan Ramadhan dan pada masa liburan sekolah. Kebanyakan jamaah dari Indonesia berbondong-bondong berangkat umroh demi merasakan suasana Ramadhan di sana. Apalagi kalau dibarengi dengan masa liburan sekolah, satu kelaurga kalau bisa umroh semua. Akibat permintaan yang tinggi, jasa pemberangkatan umrah jadi makin mahal.

Kalau kamu bisa menahan diri, usahakan untuk gak berangkat pada bulan puasa yang ramai. Dapatkan penawaran jasa berangkat umroh yang lebih murah pada masa low season, misalnya pada awal tahun. Pada Januari dan Februari udara di Mekah menjadi jauh lebih sejuk hingga banyak peminat umrah dari Indonesia yang mengurungkan niatnya berangkat di awal tahun. Inilah kesempatan kamu untuk book perjalanan, karena penyelenggara umrah biasanya menurunkan harga demi menarik minta jemaah yang memang gak setinggi pada bulan Ramadhan. Meskipun bukan di bulan suci, ibadah kamu di Tanah Suci akan jadi lebih khusyuk karena suasana yang lenggang. Bukankan yang terpenting itu ibadahnya?

6. Jangan mudah tergiur atau malas membandingkan. Kamu harus super teliti saat memilih biro perjalanan umroh

Ada banyak biro perjalanan, baik yang punya jaringan skala nasional maupun internasional, yang menawarkan paket-paket umroh saat ini. Saking banyaknya kamu kadang bingung mau pilih yang mana. Ketika pilih-pilih seperti ini kamu harus jadi lebih hati-hati dan lebih teliti. Jangan cepat tergoda dengan umrah murah, jangan malas buat pergi kesana-sini buat membandingkan harga yang ditawarkan biro perjalanan. Sebab harga antar biro perjalanan bisa berbeda walau jumlah hari, hotel dan itinerary serupa.

7. Pilih paket perjalanan umroh yang sesuai dengan kemampuan. Toh Tuhan tidak peduli pada mewah atau tidaknya penginapan

Umroh sebenarnya adalah ibadah, namun penyelenggara umroh sering membumbui perjalanan umrah dengan berwisata ke beberapa negara sebelum dan/atau sesudah beribada di Mekah dan Madinah. Berwisata di kota saat kamu transit mungkin sah-sah aja, namun jika wisatanya hingga keliling Timur Tengah bahkan ke Eropa, mungkin kamu harus hitung-hitung kemampuan kamu dulu. Ingat kamu masih harus makan dan minum sepulangnya ke Indonesia dan ingat pula untuk membayar angsuran kalau kamu dibiayai oleh bank.

Sekali lagi tanamkan dalam dirimu untuk beribadah bukan berwisata, jika kamu hanya sanggup untuk paket umroh yang gak ada jalan-jalan, ya sudah ambil saja! Jangan memaksakan diri untuk berwisata kalau kamu gak sanggup membayarnya. Kamu gak butuh hotel bintang 5 untuk ibadah, jika ada paket umroh yang menawarkan hotel bintang 3, ambil saja. Mungkin hotelnya agak jauh dari masjid, tapi bukannya tiap langkah menjadi pahala?

Setelah melakukan berbagai usaha demi mewujudkan mimpi untuk umroh di usia muda, hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah berdo’a. Berdo’alah agar usaha kamu gak berjalan sia-sia, berdo’alah agar langkahmu dimudahkan untuk memperoleh rezeki. Jika kamu sudah ada niat, mau bekerja dan berhemat serta gak ketinggalan berdo’a, umroh pada usia 30-an itu bisa banget kok. Insya Allah.

(Sumber : hipwee.com)

Hasanah Tour Travel 30 September 2018, 11:59