Ibadah Umrah dengan Uang Hasil Utang, Boleh atau Tidak

Ibadah Umrah dengan Uang Hasil Utang, Boleh atau Tidak

Minat masyarakat Indonesia untuk menjalankan ibadah umrah sangat besar. Bank dan lembaga pembiayaan pun menangkap peluang ini dengan menawarkan pinjaman umroh. Pada tahun 2014 sekitar 750.000 umat Islam Indonesia pergi ke tanah suci Makkah untuk umrah. Jumlah ini tentu semakin besar saat ini.

Mengingat minat berumrah masih tinggi sejalan dengan antrian ibadah Haji semakin lama dan panjang. Masyarakat ingin cepat merasakan beribadah di depan Kabah di masjidil haram dengan menjalankan ibadah umroh lebih dahulu, kemudian menunggu ibadah haji yang wajib dijalankan umat Islam yang tergolong mampu secara ekonomi. Bank-bank syariah pun memanfaatkan peluang ini dengan menawarkan pinjaman umroh. Tak cuma itu, perusahaan pembiayaan ikut mencicipi bisnis gurih ini.

1. Bolehkah berutang untuk umrah?

Mungkin Anda masih bertanya-tanya, bolehkah mengambil utang untuk ibadah umroh? Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh masyarakat. Mungkin termasuk Anda. Meminjam atau berutang untuk pergi umroh memang bukan pilihan yang dianjurkan jika Anda tidak memiliki penghasilan tetap dan jelas. Sebab ibadah umroh tersebut sebenarnya bukan ibadah yang wajib. Sementara setelah Anda berutang, akan memunculkan kondisi yang wajib Anda penuhi, yakni membayar hutang. Lain halnya jika Anda memiliki kemampuan, antara lain ditandai dengan memiliki penghasilan yang jelas dan tetap. Mengambil pinjaman umrah dari lembaga keuangan yang menawarkan tidak dilarang.

2. Bandingkan dan pilih tenor singkat

Anda dapat mengambil pinjaman umrah dari lembaga keuangan yang Anda percayai. Jangan lupa membandingkan ketentuan dan imbal hasil dari lembaga keuangan yang memberikan pinjaman. Pilihlah pinjaman umrah yang paling murah. Anda bisa memilih paket umrah paling sesuai dengan minat dan keuangan Anda. Selain itu, saat mengambil pinjaman umrah, sebaiknya Anda memilih tenor pinjaman yang paling singkat, yakni 6 atau 12 bulan. Semakin cepat Anda melunasi utang tersebut, akan semakin baik bagi kesehatan keuanganmu.

3. Pinjaman umrah tidak dicairkan ke rekening pribadi

Satu hal yang wajib Anda ketahui jika Anda akan mengambil pinjaman umrah ialah dananya tidak ditransfer ke rekening pribadimu. Bank pemberi pinjaman akan membayarkan biaya umroh ke biro travel umrah yang telah bekerja sama dengan bank. Bank memiliki puluhan biro travel umrah yang menjadi rekanan bank. Anda akan disarankan memilih satu dari belasan biro travel yang menjadi rekanan bank tersebut.

Cara seperti ini dilakukan agar pinjaman umrah yang Anda ajukan benar-benar digunakan untuk ibadah umrah. Selain itu, bank ingin menyalurkannya ke biro travel umroh yang telah mereka seleksi sehingga kecil kemungkinan jamaah gagal berangkat, seperti banyak menimpa ratusan jamaah dengan biro travel nakal. Seandainya Anda mengalami kegagalan atau kesulitan berangkat, tentu risikonya ada di pemberi pinjaman dan biro travel. Inilah yang harus Anda pastikan kepada biro travel dan pemberi pinjaman umroh sebelum mengikat perjanjian utang.

Hasanah Tour Travel 04 April 2018, 10:23