Pertanyaan yang sering di tanyakan jamaah Haji dan Umrah: Bekal Penting Menuju Baitullah
Ibadah haji dan umrah merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan ilmu. Oleh karena itu, setiap calon jemaah perlu memahami berbagai ketentuan manasik agar dapat melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat dan meraih haji maupun umrah yang mabrur. Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh calon jemaah beserta jawabannya.
Apa yang dimaksud dengan ibadah haji?
Ibadah haji adalah berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu, seperti wukuf di Arafah, thawaf, sa'i, dan ibadah lainnya pada waktu yang telah ditentukan semata-mata untuk memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharapkan ridha-Nya.
Apa yang dimaksud dengan ibadah umrah?
Ibadah umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan thawaf, sa'i, serta mencukur atau menggunting rambut dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Siapa saja yang wajib melaksanakan haji?
Haji diwajibkan bagi setiap muslim yang telah memenuhi lima syarat, yaitu beragama Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, dan memiliki kemampuan (istitha'ah) baik dari sisi biaya, kesehatan, maupun kesempatan untuk berangkat.
Apa yang dimaksud dengan ihram?
Ihram adalah niat untuk memulai ibadah haji atau umrah dengan mematuhi seluruh ketentuan serta menjauhi berbagai larangan selama masa ihram berlangsung.
Apa saja larangan selama berihram?
Beberapa larangan selama berihram antara lain memakai wewangian, memotong kuku, mencukur rambut, berburu binatang darat, menikah, bertengkar, serta melakukan hubungan suami istri. Bagi laki-laki juga dilarang memakai pakaian berjahit dan menutup kepala, sedangkan perempuan dilarang memakai cadar dan sarung tangan.
Apa yang dimaksud dengan thawaf?
Thawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dengan posisi Ka'bah selalu berada di sebelah kiri, dimulai dan diakhiri sejajar dengan Hajar Aswad.
Apakah sa'i harus dalam keadaan suci?
Sa'i tidak disyaratkan harus suci dari hadas besar maupun kecil. Namun, jemaah tetap dianjurkan untuk menjaga kesucian selama melaksanakan ibadah.
Kapan pelaksanaan wukuf di Arafah?
Wukuf dilaksanakan mulai setelah tergelincir matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf merupakan rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan.
Apa yang dimaksud dengan tahallul?
Tahallul adalah keadaan ketika jemaah telah keluar dari ihram setelah menyelesaikan rangkaian ibadah tertentu, sehingga sebagian atau seluruh larangan ihram tidak lagi berlaku.
Apa yang dimaksud dengan dam?
Dam adalah denda berupa penyembelihan hewan tertentu yang dikenakan kepada jemaah karena alasan tertentu, baik karena pelaksanaan manasik tertentu maupun akibat pelanggaran dalam ibadah haji atau umrah.
Memahami berbagai pertanyaan dasar seputar manasik haji dan umrah akan membantu calon jemaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, setiap calon jemaah dianjurkan untuk mengikuti bimbingan manasik secara rutin agar siap secara ilmu maupun mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Sumber : Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh
Sumber : Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh
Tinggalkan komentar Anda disini
Email Anda tidak akan kami publish. Form bertanda * harus diisi