Haji dan Umrah, Apa Bedanya? Yuk Kenali Ketentuannya!
Haji dan umrah merupakan ibadah mulia yang memiliki ketentuan
masing-masing. Memahami syarat, rukun, dan wajib haji menjadi bekal penting
agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai tuntunan.
Haji dan Umrah, Apa
Bedanya?
Haji adalah ibadah dengan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan
rangkaian amalan seperti wukuf di Arafah, mabit, thawaf, sa’i, dan amalan
lainnya pada waktu yang telah ditentukan.
Sementara umrah merupakan ibadah dengan mengunjungi Baitullah untuk
melaksanakan ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul.
Keduanya merupakan ibadah yang berdiri sendiri. Haji tidak selalu harus
digabung dengan umrah.
Tiga Cara
Pelaksanaan Haji
Dalam pelaksanaannya, haji terbagi menjadi tiga bentuk:
- Haji Tamattu’ — melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian haji.
Jamaah yang melaksanakan haji tamattu’ wajib membayar dam.
- Haji Ifrad — melaksanakan haji saja. Setelah haji selesai, jamaah
dapat melaksanakan umrah. Tidak dikenakan dam karena haji ifrad.
- Haji Qiran — melaksanakan haji dan umrah dalam satu niat secara
bersamaan. Jamaah wajib membayar dam nusuk.
Siapa yang Wajib
Berhaji dan Berumrah?
Haji dan umrah wajib bagi seorang Muslim yang telah memenuhi lima syarat,
yaitu:
Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, dan mampu (istitha’ah).
Kemampuan atau istitha’ah tidak hanya berkaitan dengan biaya. Ia
mencakup kesiapan materi, kesehatan, pengetahuan, waktu, kesempatan, sarana
perjalanan, serta memperoleh kuota atau kesempatan untuk menunaikan haji.
Rukun Haji: Penentu
Sahnya Ibadah
Rukun haji terdiri dari 6 perkara:
- Ihram (niat)
- Wukuf di Arafah
- Thawaf Ifadhah
- Sa’i
- Bercukur atau tahallul
- Tertib
Jika salah satu rukun haji ditinggalkan, maka hajinya tidak sah.
Wajib Haji: Jangan
Sampai Terlewat
Wajib haji meliputi:
- Ihram haji dari miqat
- Mabit di Muzdalifah
- Mabit di Mina
- Melontar jamrah
- Menjauhi larangan selama ihram
- Thawaf wada’ bagi jamaah yang akan meninggalkan Makkah
Berbeda dengan rukun, meninggalkan wajib haji tidak membatalkan haji,
tetapi pada ketentuan tertentu wajib menggantinya dengan dam. Adapun jamaah
yang meninggalkan thawaf wada’ karena uzur seperti sakit atau haid tidak
dikenakan dam.
Mengapa Memahami
Manasik Itu Penting?
Haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Setiap rangkaiannya
memiliki syarat, rukun, wajib, waktu, dan ketentuan yang harus dipahami.
Karena itu, belajar manasik sebelum keberangkatan menjadi bagian penting
dari persiapan menjadi tamu Allah—agar ibadah lebih tenang, tertib, dan sesuai
tuntunan.
Bekali diri dengan ilmu sebelum melangkah menuju Baitullah.
Sumber: Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh
Tinggalkan komentar Anda disini
Email Anda tidak akan kami publish. Form bertanda * harus diisi