Inilah Waktu, Aturan, dan Jumlah kerikil yang Tepat untuk Melempar Jamrah Saat Mabit di Muzdalifah
Muzdalifah merupakan salah satu tempat penting
yang dilewati jamaah haji setelah melaksanakan wukuf di Arafah. Di tempat ini
jamaah menjalankan mabit atau bermalam sekaligus mempersiapkan kerikil yang
akan digunakan untuk melontar jamrah di Mina. Jamaah haji dianjurkan untuk
memahami waktu dan ketentuan mabit di Muzdalifah agar rangkaian ibadah dapat
dilaksanakan dengan tertib dan sesuai tuntunan.
Kapan Waktu Mabit di Muzdalifah?
Waktu mabit di Muzdalifah dimulai setelah
Maghrib pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. Mabit tidak
harus dilakukan sepanjang malam. Jamaah dianggap telah melaksanakan mabit
apabila berada di Muzdalifah sesaat setelah lewat tengah malam. Oleh karena
itu, jamaah perlu memperhatikan waktu dengan baik sebelum meninggalkan Kawasan
Muzdalifah.
Siapa yang Boleh Tidak Melaksanakan Mabit?
Pada dasarnya, jamaah haji yang sehat
diwajibkan melaksanakan mabit di Muzdalifah. Namun terdapat keringanan bagi
jamaah yang mengalami kondisi tertentu. Jamaah yang sakit, jamaah yang sedang
mengurus orang sakit, atau yang sedang mengalami kesulitan (masyaqqah)
diperbolehkan tidak melaksanakan mabit dan tidak dikenakan dam. Keringanan ini
diberikan untuk mempertimbangkan kondisi dan kemampuan jamaah dalam menjalankan
rangkaian ibadah haji.
Berapa Ukuran Kerikil untuk Melontar Jamrah?
Selain mabit, Muzdalifah juga dikenal sebagai
tempat jamaah mempersiapkan kerikil untuk melakukan lontar jamrah. Kerikil
untuk melontar jamrah berukuran kurang lebih sebesar kelereng atau gundu.
Apakah Kerikil Harus Dicuci?
Kerikil yang akan digunakan tidak diwajibkan
dicuci terlebih dahulu, jamaah dapat langsung menggunakan kerikil yang telah diperoleh
selama ukurannya sesuai untuk digunakan dalam melontar jamrah.
Apakah Maktab Menyediakan Kerikil?
Jamaah tidak perlu kesulitan mencari kerikil.
Maktab menyiapkan kantong kerikil dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan
melontar seluruh jamrah dan membagikannya di lokasi mabit. Namun apabila jamaah
tidak medapat bagian atau ingin mencari sendiri juga diperbolehkan.
Berapa Banyak Kerikil yang Perlu Diambil?
Jumlah kerikil yang dipersiapkan bergantung
pada pelaksanaan nafar jamaah.
1.
Untuk Jamrah Aqabah
Jamaah dapat mengambil 7 butir kerikil
untuk melontar Jamrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah. Untuk melontar jamrah pada
hari-hari Tasyriq, kerikil dapat diambil di Mina.
2.
Nafar Awwal
Jamaah yang melaksanakan Nafar Awwal
dapat mengambil sebanyak 49 butir kerikil.
3.
Nafar Tsani
Bagi jamaah yang melaksanakan Nafar
Tsani, jumlah kerikil yang dapat dipersiapkan 70 butir.
Kapan Jamaah Boleh Meninggalkan Muzdalifah?
Jamaah haji tidak boleh meninggalkan tapal
batas akhir Muzdalifah sebelum lewat Tengah malam, dan tengah malam yang
dimaksud tidak selalu pukul 00:00 waktu Arab Saudi.
Cara Mengitung Tengah Malam di Arab Saudi
Tengah malam pada ketentuan ini dihitung
berdasarkan pertengahan waktu antara waktu Maghrib dan waktu Subuh (fajar).
Sebagai contohmya adalah waktu maghrib 18:55, waktu subuh 04:35. Maka lama
waktu malamnya adalah 9 jam 40 menit, kemudian setengah malamnya adalah 4 jam
50 menit. Kemudian untuk mencari waktu tengah malam, pukul 18:55 di tambah
04:50, maka waktu tengah malam yaitu sekitar 23:45 pada contoh waktu tersebut.
Perhitungan waktu ini juga perlu diperhatikan agar jamaah tidak meninggalkan
Muzdalifah terlalu dini.
Jamaah diharapkan dapat mempersiapkan Mabit dengan baik karena Mabit di Muzdalifah merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan ibadah haji. Jaamah perlu mengetahui batas waktu mabit, ketentuan bagi jamaah yang sakit, jumlah kerikil, dan waktu untuk meninggalkan Muzdalifah.
Tinggalkan komentar Anda disini
Email Anda tidak akan kami publish. Form bertanda * harus diisi